MLM

Berawal dari iseng ngechat di jejaring social (facebook) sampai akhirnya dia mengajak saya jalan-jalan ke BTC (Bandung Trade Center). Dari awal sudah curiga ketika diajak ke BTC, karena informasi dari teman-teman di situ ada kantor Melia Nature Indonesia (MNI). Tiba di BTC keliling dulu sebentar, kemudian menuju ke sebuah kantor, kantor itu cukup ramai. Dari kejauhan di kantor tersebut terlihat orang-orang memakai jas berwarna biru tua.

Akhirnya kami masuk ke dalam kantor, dan ternyata dugaan saya benar, kantor MNI. “siap-siap diprospek nih” dalam hati saya. Seorang mahasiswa menghampiri saya, dan memprospek dengan janji-janji yang akan didapatkan jika join di Melia Nature Indonesia. Namun saya belum tertarik untuk join.  Kemudian datang lagi, tiga orang cewek yang memprospek saya. Namun lagi-lagi saya belum tertarik. Tiba-tiba perbincangan dipotong oleh anak remaja yang masih SMA. Kemudian saya berbincang dengan anak yang masih SMA tersebut. Seperti ini.

Anak SMA      : “cita-citanya mau jadi apa?”
Saya                : “jadi pengusaha”
Anak SMA      : “pengusaha apa?”
Saya                : “pengusaha kuliner”
Anak SMA      : “terus, mau punya apa? Mobil? Mobil apa?”
Saya                : “Honda Jazz”
Anak SMA      : “untuk bisa mendapatkan Honda jazz itu perlu waktu kurang lebih 10 tahun jika jadi pengusaha kuliner, karena bapak saya juga punya restoran”
Saya             : “ah, itu kan bapak kamu, besok juga bisa punya mobil Honda jazz, jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin, bisa melalui sedekah (dalam hati saya)”
                         
                      Sampai akhirnya mereka semua bosan memprospek saya. Dan kembali saya dihadapkan pada seseorang yang sudah dewasa. Kali ini dia sudah menjadi leader. Satu kalimat yang masih saya ingat adalah “kalo semua orang sudah join, tinggal kamu sendiri yang belum join, gmn?. Dalam hati saya, “terus masalah buat loh? Kan yg ngasih rezeki Allah bukan MNI”. Akhirnya saya dan teman saya pulang ke kostan nya masing-masing.
                        
                      Kesimpulannya adalah memang MLM itu sebuah bisnis yang menjual produk, tetapi kadang-kadang ada oknum yang membuai janji-janji syurga, dan kadang-kadang orang-orang MLM itu ramah ada maksudnya, yaitu memprospek. Tidak ada yang salah dalam MLM. MLM itu membesarkan produk orang lain. Jadi, saran mas Ipho jika sudah sukses dalam MLM, tinggalkan MLM dan kembangkan produk sendiri. 

                     Terima kasih semoga bermanfaat. 

                     Wallahu A’lam

                     Follow @umar_wijaksono





No comments:

Powered by Blogger.