7 Soal Terjawab

Setelah gagal di SNMPTN Undangan tahun 2011, saya ditawari oleh Ibu Mae (guru BK) untuk ikut SNMPTN Tulis. Katanya yang sudah ikut Undangan melalui Bidik Misi, boleh juga ikut Tulis melalui Bidik Misi, tetapi harus bayar biaya pendaftarannya saja, sebesar Rp. 175.000,- 

Akhirnya, saya daftar SNMPTN Tulis dengan penuh perjuangan. Hehe. Ketika memilih Perguruan Tinggi Negeri mana yang harus dipilih, saya merasa bingung karena yang melalui Bidiki Misi itu harus memilih Perguruan Tinggi Negeri yang ada di wilayah I. Sedangkan keinginan saya adalah ke arah Jawa Tengah atau Yogyakarta dan itu wilayah II. Dengan penuh harap, saya memilih :

Pilihan 1 :  Teknik Tenaga Elektrik
Pilihan 2 : Pend. Teknik Bangunan
Universitas Pendidikan Indonesia

Alasan saya memilih kedua prodi ini adalah, yang pertama passing gradenya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Yang kedua karena saya sedikit menyukai yang berbau elektrik. Dan yang terakhir adalah karena persiapan dan kemampuan saya yang pas-pasan. :)

Setelah didaftarkan oleh Ibu Mae, saya melakukan persiapan. Dan langkah persiapan yang pertama adalah meminjam buku soal-soal SNMPTN tahun lalu ke Arniz Hanifah, karena dia sudah diterima di UNY melalui Undangan Bidik Misi, dan itu pun buku nya photocopian bukan asli. Kemudian saya belajar dengan berbagai metode, diantaranya menghafal soal, belajar bareng temen-temen yang ikut bimbel. 

Dalam tengah persiapan itu, kami belajar bareng di rumahnya Siti Rohimah, Panembahan. Yang hadir adalah saya, Sahid Ibrohim, Arniz Hanifah, Siti Rohimah. Kami belajar dengan santai tapi sedikit serius. Jadi banyak santainya dibandingkan dengan seriusnya. :D .
Seperti biasa, karena saya orang nya begini. Saya tunjukan kepada mereka cara belajar yang kreatif ala Umar Wijaksono. Jadi seperti ini cara belajarnya, saya menyebutkan, nomor 1 A, nomor 2. B, nomor 3. A, nomor 4. E, nomor 5. B, dan seterusnya dari buku SNMPTN tahun lalu.

“ Apa-apaan kamu mar dihafalin? emangnya soalnya sama ” kata Arniz.
“ Yaa, barangkali aja sama , hehe “ Jawab saya.
Kami akhiri belajar bersama dan pulang ke rumah masing-masing.

Satu minggu kemudian, tibalah saatnya kemampuan saya di uji di SNMPTN Tulis 2011. Ujiannya dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 31 Mei – 1 Juni 2011, hari pertama untuk TPA (Tes Potensi Akademik) dan Tes Bidang Studi Dasar, dan hari yang kedua untuk Tes Bidang Studi IPA, karena saya mengambil bidang IPA.

Target saya waktu itu adalah maksimalin di TPA nya, dan untuk kemampuan IPA minimal 1 pelajaran 1 jawaban, jadi ada 4 jawaban untuk kemampuan IPA. Karena benar bernilai 4, tidak dijawab bernilai 0, dan salah bernilai -1. Daripada ragu-ragu benar atau salah dan bisa -1 mending gak usah diisi jawabannya :D.

Ruang 34 SMA Negeri 2 Cirebon menjadi saksi bisu betapa susahnya soal-soal SNMPTN waktu itu. Hari pertama lancar, karena memang targetnya memaksimalkan Tes Potensi Akademiknya. Hari kedua, ini yang ditunggu. Soal-soalnya wow banget. Perlahan lahan saya mencoba meraba-raba memahami soal dan mencari soal yang tidak banyak berhitung :D. Akhirnya ketemu soal-soal yang tidak banyak berhitung. Betapa bahagianya hati ini ketika bertemu soal-soal yang seperti ini. Ketika teman-teman di ruangan itu sedang asyik berhitung, saya malah bermain logika untuk menjawab soalnya. Ketika teman-teman di ruangan itu bisa mengerjakan soal, saya hanya bisa merenungi soalnya. Kertas coretan pun terlihat hanya sedikit perhitungan. Dan saya hanya bisa berdo’a semoga 1 pelajaran 1 jawaban bisa tercapai. 

Alhamdulillah, waktu ujian sudah habis, lembar jawaban diserahkan ke petugas. Ketika melihat lembar jawaban orang lain, wuih hampir setengahnya dari soal kemampuan IPA yang mereka jawab, dan alhamduliilah saya hanya bisa menjawab 7 SOAL dari 65 SOAL. Iya saya gak salah nulis memang 7 soal yang saya jawab. Keren kan? Tetapi saya bangga, karena targetnya sudah tercapai malah lebih 3 soal yang terjawab, hehe. 

Pulang ke rumah hanya bisa pasrah pada keMaha Kuasaan Allah SWT. Tidak ada yang mustahil jika Allah berkehendak, “Apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu” 

Dua minggu berlalu, Alhamdulillah saya diterima di universitas tersebut. Dan teman saya bilang gini (Arniz) “gak sia-sia kamu mar ngafalin jawabannya” 

Kamfreeeeet -_- .

Follow @umar_wijaksono


No comments:

Powered by Blogger.