Ngerokok? Nggak deh, Maaf

Mohon maaf sebelumnya apabila ada yang tidak berkenan dengan tulisan ini. Tulisan ini bukanlah untuk menyerang para “ahli isap”. Tetapi untuk mengingatkan diri saya sendiri juga keluarga saya. Semoga bermanfaat buat semuanya. Kebermanfaatan datangnya dari Allah dan kelalaian datangnya dari diri saya sendiri.

Beberapa waktu kemarin, ada seorang teman (iya, saya anggap teman, walaupun tidak terlalu akrab dan baru beberapa kali berjumpa) yang menawarkan rokok kepada saya. “Maaf a’, saya gak ngerokok :) ” jawab saya. Kemudian dia melanjutkan perkataannya, “Satu batang rokok itu bisa menyambung silaturrahim seseorang (tentunya ini untuk lelaki), misalnya ketika kita duduk sendiri dan ada orang yang duduk di sebelah yang tidak kita kenal, kemudian kita menawarkan rokok kepadanya, jika dia perokok juga maka tersambunglah silaturrahiim, lalu ngobrol panjang lebar”. Kalau boleh saya berkomentar waktu itu, “iya sih menyambung silaturrahim, tapi kan tidak harus menawarkan/membagi rokok (penyakit) juga, bisa memakai media yang lain, misal makanan, minuman atau yang lainnya”. Namun komentar ini tidak sempat saya ucapkan, cukup didalam hati saja, karena terlanjur tidak enak kepadanya.

Dulu saya juga pernah merokok. Yaa, maklum namanya juga remaja ababil. Bahkan tidak tanggung tanggung merokoknya pun di dalam rumah malam hari, ketika orang tua sedang terlelap tidur. Tetapi saya merokok tidak berlangsung lama, sekitar satu sampai dua minggu kalau tidak salah. Dan Alhamdulillah sampai hari ini saya tidak merokok.

Maaf, saya kurang suka ketika ada orang yang mengendarai kendaraan yang membonceng temannya dibelakang, kemudian yang di depan itu merokok sedangkan yang dibelakang bukan perokok. Kasian yang dibelakang, tidak merokok tetapi kena asapnya. Jika anda perokok dan di sebelah kanan kiri anda bukan perokok, alangkah baiknya jika anda tidak merokok di tengah tengah mereka. Tetapi jika anda ingin merokok, maka segeralah anda pindah, menghindarkan mereka dari asap rokok anda. Kan enak, anda asyik dengan rokoknya, mereka tidak menghirup asap rokok anda :). Mohon tidak merokok di tempat umum dan tidak merokok di depan anak-anak :). Karena anak-anak akan meniru apa yang mereka lihat. Merokoklah di area smoking :)

Berbicara tentang rokok, by the way yang punya pabrik rokok itu kira-kira merokok juga nggak yaah? Katanya sih nggak merokok, Karena mereka tahu bahaya merokok. Berarti kita dibodohi mereka dong yaaah -_-.

Jika ada teman-teman yang menawarkan rokok kepada saya, insya Allah saya akan selalu bilang “maaf, saya tidak merokok :)” tentunya sambil tersenyum, menolaknya secara halus. Karena menurut berbagai sumber dan fakta, rokok itu banyak mengandung racun dan berbagai macam bahayanya. Tidak usah saya sebutkan satu persatu bahayanya, karena sudah terdapat di bungkus rokok tersebut. Ada sebuah fakta yang mengatakan bahwa ternyata orang miskin di Indonesia lebih memilih untuk menunda membeli makan daripada menunda membeli sebungkus rokok!

Penelitian Lembaga Demografi FE UI mengungkapkan dalam sebuah survey ekonomi nasional bahwa satu dari dua rumah tangga miskin di Indonesia mengalokasikan 12% sampai 20% pendapatannya untuk rokok.

Survey juga menunjukkan pengeluaran orang miskin untuk rokok 17 kali dibanding membeli daging, 15 kali pengeluaran kesehatan dan 9 kali pengeluaran untuk pendidikan. Satu lagi yang membuat miris, berdasarkan hasil riset yang dilakukan ikatan Ahli Kesehatan Indonesia bernama Tobacco Control Support Center, sebanyak 32.400 kematian balita pertahun di Indonesia disumbang keluarga miskin perokok. Padahal jelas ditulis di kemasannya begitu banyak bahaya yang terdapat dalam sebatang rokok.

Apabila saat ini anda berniat untuk berhenti merokok, ada dua cara yang disarankan. Pertama, berhenti total begitu saja mulai detik ini. Semudah itu? Ya kalau anda pikir mudah, pastilah mudah tapi kalau anda pikir sulit maka akan sulit jadinya berhenti merokok. Cara kedua, mengurangi dengan bertahap, tapi tetap punya target yang jelas kapan harus berhenti, misalnya bulan depan, minggu depan, atau besok.

Lalu bagaimana nasib nasib karyawan pabrik rokok dan petani tembakau kalau semua orang berhenti merokok?? (begitu kan pikir anda? Hehe). Mereka pasti tambah makmur kalau anda berhenti merokok. Anda hitung saja, gaji dan pendapatan mereka berapa persen sih kalau dihitung dari sebungkus rokok yang anda beli? Kalau anda berhenti merokok, semua uang rokok anda bisa diberikan kepada mereka. Mereka dan anda akan bertambah kaya. Nggak percaya? Ya berhenti dulu merokoknya dan buktikan. Hehehe

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. … (QS. Al Baqarah : 272)

Semoga kita semua terhindar dari bahaya rokok. Aamiin

Wallahu A’lam


Referensi
“Ternyata Sedekah Nggak Harus Ikhlas” Marah Adil, Psd


No comments:

Powered by Blogger.