Guru


Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Seperti itulah ungkapan atau tulisan yang pernah saya baca dan saya dengar ketika masih duduk di sekolah dasar. Memang guru merupakan pahlawan yang tidak memiliki tanda jasa yang menempel di tubuhnya, pakaiannya dan namanya, namun percaya lah tanda jasa itu hanya Allah dan dia (guru) saja yang tahu. Allah akan memberikan tanda jasa kepada mereka (guru), dan sebaik-baik pemberian adalah dari Allah SWT.

Guru ada dalam setiap do’a siswanya. Tidak jarang bahkan sering dalam setiap do’a para siswa, yang dido’akan setelah orang tuanya adalah gurunya. Tidak ada yang namanya mantan guru, ada juga mantan murid. Di balik kesukesan seseorang ada guru yang mengajarinya. Memang tidak mudah menjadi seiorang guru yang mengajar dengan hati. Namun, seiring berjalannya waktu dan proses insya Allah kita bisa menjadi great teacher. Semua orang bisa jadi guru, minimal guru bagi keluarganya.

Ada sebuah film jepang yang di adaptasi dari komik yang menceritakan seorang guru. Guru ini bernama Onizuka, mantan dari anggota genk yang paling di takuti di daerah tersebut. Dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah High School. Ada suatu kejadian yang membuat Onizuka diangkat menjadi guru di sekolah tersebut. Dan ternyata dia menjadi wali kelas dari kelas yang paling nakal sekolah tersebut. Singkat cerita, memang Onizuka tidak bisa mengajarkan pelajaran yang biasa diajarkan oleh guru-guru yang lain, namun dia mampu mengajarkan arti persahabatan, nilai-nilai kehidupan. Dia juga mampu membantu murid-muridnya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dialami oleh murid-muridnya, mulai dari keluarga, persahabatan, cinta, sampai kejahatan. Bahkan dia mampu memotivasi dan menjaga mimpi-mimpi para muridnya, sehingga murid-muridnya itu kembali menjadi murid-murid yang bersemangat dalam belajar dan bersemangat dalam mewujudkan mimpi-mimpinya. Guru ini dijuluki ‘Great Teacher Onizuka’.

Bagi saya guru yang baik adalah guru yang mampu menjaga impian murid-muridnya. Terlebih hebat lagi mampu memberikan jalan untuk mewujudkan impian tersebut. Dan tak lupa mampu mengajarkan pelajaran apa yang harusnya mereka terima. Saya juga menyukai guru yang ketika mengajar itu selalu di awali kisah-kisah inspiratif yang akan membuat murid itu bersemangat dalam belajar.

Berawal dari keprihatinan saya melihat anak-anak di sekitar rumah saya. Yang notabene adalah anak-anak yang pendidikannya kurang. Hati ini tergerak ingin mengajar mereka. Mengajar ngaji, seni, mimpi, dan yang lainnya yang setidaknya bisa membuat mereka bahagia dan membuat mereka nyaman ketika belajar. Yang kelak akan membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Membuat perpustakaan dan tempat belajar gratis. Mengembangkan budaya membaca.

Inilah salah satu motivasi saya menjadi seorang pengajar atau guru.



No comments:

Powered by Blogger.