Lebih Baik Tepat Waktu Tidak Mengerti atau Terlambat Mengerti?

Bagaimana pendapat kalian tentang orang yang terlambat atau ngaret? Sebel kah? Yaps. Budaya ngaret sepertinya sudah melekat pada masyarakat Indonesia. Masyarakat kita menganggap orang yang terlambat itu biasa aja. Dan yang terlambatnya pun merasa tidak bersalah. Padahal kita tahu penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Dan Islam mengajarkan kita untuk disiplin atau tepat waktu. Bisa kita lihat, shalat mengajarkan kita tepat waktu. Sebenarnya yang butuh Allah adalah kita, tapi kenapa kita selalu menunda shalat dengan alasan yang beragam. Astaghfirullah, introspeksi buat ane sendiri. Bukan, ane nggak bermaksud menggurui kalian. Ini adalah bahan perenungan buat ane sendiri. Karena ane juga masih belajar untuk disiplin dan tepat waktu. Baiklah, ane mau membahas budaya ngaret pada masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa yang biasa ngaret masuk kelas. Simak baik-baik yah.

Ada yang menarik dari perkuliahan kemarin. Ketika ane masuk ke dalam ruang kelas, terlihat tampak sepi, hanya segelintir teman-teman yang baru masuk ruangan. Yang lainnya kemana yah? Padahal waktu sudah menunjukan pukul 13.00, tandanya perkuliahan harus dimulai. Memang saat itu dosen terlambar datang, tapi setidaknya mahasiswa datang tepat waktu. Pas ane duduk di kursi, ada teman ane yang nanya kayak gini.

“Kenapa yah mahasiswa datangnya pada terlambat?”

“Mereka yang terlambat itu merasa bersalah nggak yah?”

“Apa yang ada di pikiran mereka yah?”

“Saya tidak mengerti, padahal saya berharap di kuliah itu orang-orangnya makin disiplin dan tepat waktu”

Yaaah, inilah statement dari temen ane di kelas.

Ane jadi ikut berpikir. Iya juga yah, kenapa mereka bisa terlambat? Apa yang ada dipikiran mereka? Apakah mereka tidak merasa bersalah? Okeh, nggak apa-apa kalau memang mereka yang ada keperluan sehingga terlambat. Padahal seharusnya semakin dewasa semakin mampu bersikap bijaksana, termasuk disiplin dan tepat waktu. Kan waktu SMA aja kita datang tepat waktu. Apakah harus ada bel diperkuliahan agar tidak ada mahasiswa yang terlambat? Kayak anak SMA itu loh.

Adalagi nih fenomena di kalangan mahasiswa. Posisi menentukan prestasi. Yaps, maksudnya berebut duduk di paling belakang. Udah tau mau duduk di belakang, tapi kenapa masih datang terlambat? Yaa, jelas dapat kursi paling depan, karena yang belakang kan sudah diisi oleh yang datang tepat waktu. :). Makanya kalau mau duduk di belakang datangnya tepat waktu dong, jangan terlambat :). Udah terlambat tapi masih pengen duduk di belakang aja, usahanya kursi yang paling depan dipindah-pindahin ke belakang :). Dasar mahasiswa zaman sekarang (termasuk ane juga sih, hehe).

Ada yang seperti ini juga? Hayooo ngaku . . .

Sampai akhirnya ane berpikir, mahasiswa kok seperti ini yah. Kemudian muncul beberapa pertanyaan dalam benak ane.

Lebih baik tepat waktu tidak mengerti materi kuliah
atau
terlambat mengerti materi kuliah?

Menurut ane sih, lebih baik tepat waktu dan mengerti materi kuliah. Sayangnya nggak ada pilihan seperti ini. Penonton kecewa. Yang lebih parah, udah terlambat tapi tidak mengerti materi kuliah. Kasian orang tua.

Baiklah, jadi menurut ane lebih baik tepat waktu walaupun tidak mengerti materi kuliah. Karena materi kuliah bisa dipelajari di rumah atau kostan atau diluar itu. Tapi kalau terlambat? Belum tentu bisa dipalajari di rumah atau dimanapun jika si pelakunya tidak ada niat untuk berubah. Karena bisa jadi yang terlambat masuk kelas itu menjadi sebuah kebiasaan yang nantinya susah untuk diubah. Ini yang bahaya. Attitude itu penting ternyata, lebih penting dari ilmu pengetahuan :)

Mohon maaf apabila ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan tulisan ini. Ini hanya opini ane aja kok. Silahkan beropini ria. Semoga bermanfaat :)

Sekian dan terima kasih

Follow @umarwijaksono

4 comments:

  1. Mantap gan,, bisa jadi renungan nih buat mahasiswa.

    ReplyDelete
  2. "Attitude itu penting ternyata, lebih penting dari ilmu pengetahuan"

    betul nam saya stuju sama kata2 itu.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.