Ketua RT
Menjadi seorang ketua RT adalah bukan
pilihan bapak yang memiliki dua orang anak ini. Tetapi masyarakatlah yang
memilihnya menjadi seorang ketua RT. Sudah hampir dua periode atau 6 tahun
menjadi seorang ketua RT. Pekerjaan atau kegiatannya sehari-hari adalah sebagai
seorang buruh harian lepas, lebih tepatnya penjahit rumahan. Beliau menerima
setiap orang yang ingin menjahitkan jok sofanya. Selain seorang penjahit,
beliau juga menyediakan lahan parkir sepeda untuk siswa-siswi Sekolah Dasar
didekat rumahnya. Tarifnya pun tidak mahal, hanya 300 rupiah saja sekali
parkir. Beliau tahu uang saku anak-anak SD tidaklah banyak, juga itung-itung
beramal menjadi jalan anak-anak dalam menuntut ilmu.
Asam manis menjadi seorang ketua RT
sudah beliau rasakan bersama seorang istrinya. Sudah menjadi hal yang biasa
ketika ada pembagian semacam BLT, beras miskin, atau apapun, rumahnya didatangi
warganya yang protes tidak mendapatkan bagian itu. Contohnya, kemarin Idul
Fitri, ketika ada pembagian zakat mal, ada warga yang tidak kebagian kemudian
datang ke rumahnya. Akhirnya beliau menuliskan nama warga tersebut agar
mendapatkan bagian kemudian diserahkan kepada pihak desa yang menangani zakat
tersebut. Contoh lagi, baru saja kemarin Idul Adha, ada warga yang tidak mendapatkan
bagian daging kurban, protes ke rumah beliau mengatakan “kenapa saya nggak
kebagian daging kurban kalo yang itu mendapatkan daging kurban?” jadi,
permasalahannya adalah sebut saja si A dan Si B. Keduanya sama-sama warga RT
itu, si A tinggal di Jakarta, tapi KTP nya masih RT setempat itu. Dan si B
tinggal di situ, tapi baru bikin KTP beberapa waktu yang lalu.
Ketika ada semacam sedekah atau
sumbangan untuk kegiatan desa atau RT. Justru tak seramai ketika ada pembagian
semacam bantuan. Mereka, warga sekitar sepertinya enggan untuk membantu
memberikan sedikit sumbangannya untuk kegiatan desa dan lainnya. Mereka
beralasan nggak ada uang atau apapun lah. Memang untuk memberikan sumbangan
kegiatan desa tidak sedikit tapi setidaknya sumbangan untuk acara 17 Agustusan,
sebenarnya bisa ditagih dengan mudah. Namun kenyataanya, sedikit susah
memberikan pencerahan untuk apa kegiatan tersebut.
Nasi sudah menjadi nasi
goreng. Dan akhir periode kemarin, seharusnya menjadi akhir masa
kepemimpinannya menjadi ketua RT. Dan digantikan oleh yang lebih muda. Namun
beberapa waktu berselan, selepas pelantikan. Beliau ditunjuk dan dipercaya lagi
menjadi ketua RT. Amanah yang harus beliau jalankan. Semoga Allah memberikan
beliau kekuatan dalam menjalankan amanah ini. Aamin.
Ketua RT
Reviewed by Unknown
on
8:16:00 AM
Rating: 5
Reviewed by Unknown
on
8:16:00 AM
Rating: 5













.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)

