Makan Secukupnya Yuuk . . .
Manusia memang membutuhkan makan untuk kelangsungan hidupnya,
namun bagaimana Islam mengaturnya ?
Islam telah mengatur semua aspek dalam kehidupan ini, termasuk
dalam makan. Dalam Al Qur’an Surah Al A’raf ayat 31 sudah dijelaskan, yang
artinya
“Wahai anak cucu adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada
setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah tetapi jangan
berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (Q.S.
Al A’raf : 31).
Islam memerintahkan kepada umat manusia untuk makan, tetapi jangan
berlebihan. Karena Rasulullah SAW sudah memberikan keterangan,
sebanyak-banyaknya penyakit disebabkan karena kekenyangan makan. Makan yang
berlebihan (sampai kekenyangan) itu bisa mendatangkan berbagai macam penyakit,
baik fisik maupun psikis. Di antaranya adalah, sulit bernafas, perut terasa
sakit, mudah ngantuk, diabetes, gemuk yang menjurus pada obesitas, dan yang
paling bahaya adalah kerasnya hati. Nabi SAW bersabda,
“Ada tiga perkara yang menyebabkan kerasnya hati, yaitu, suka
tidur, suka anggur-angguran, dan suka makan”
Suka makan disini maksudnya adalah makan secara berlebihan. Makan
secara berlebihan bisa menyebabkan hati ini menjadi keras. Jika hati sudah
keras, maka segala nasihat tentang kebaikan tidak meresap ke hati orang yang
mendengarnya. Dan juga cenderung mengabaikan segala kebaikan yang datang
padanya.
Bahkan orang yang kekenyangan itu termasuk makan barang yang
haram. Nabi SAW bersabda,
“Siapa yang makan sampai kekenyangan, maka dirinya termasuk
makan barang haram”
Karena orang yang kebanyakan makan, jika sudah habis barang halal.
Tidak berpikir kembali halal haramnya makanan itu, yang penting perut kenyang.
Kemudian melakukan tindakan maksiat.
Para ahli hikmah memilih 4000 kalimat hikmah, dipilih menjadi 400.
Kemudian dipilih kembali menjadi 40. Kemudian semuanya dipilih kembali menjadi
4 kalimat hikmah, yaitu: yang pertama jangan menyukai wanita secara berlebihan,
yang kedua jangan mengisi perut kecuali secukupnya, yang ketiga jangan kebujuk
harta dunia walaupun banyak, dan yang ke empat milikilah ilmu hanya untuk bekal
ibadah.
Rasulullah pun membudayakan hidup zuhud dengan cara tidak
berlebihan dalam makanan. Porsi makan Rasulullah tidak membuat kekenyangan
adalah 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, 1/3 untuk udara. Beliau juga
berpesan makanlah sesudah lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
Ini adalah nasihat terhadap diri saya sendiri yang kerap kali
makan secara berlebihan juga semuanya. Marilah kita sama sama belajar pola
makan dan pola hidup sehat yang dianjurkan oleh Rasulullah dengan tidak makan
secara berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Wallahu a’lam .
Sumber : Kitab Tanqikhu Al Qaul Juz 3 Kiayi Ahmad Mujab Mahalli
Follow @umar_wijaksono

umar, belajar kitab ning endi, kuh? *pengen...
ReplyDeletening ang imam, biasa jam'iyah remaja setiap hari selama bulan ramadhan ba'da ashar :D
ReplyDelete