Oh . . Ternyata Tabuh itu artinya Jam

Bismillah . . .

Sewaktu pulang dari rumah saudara yang di Soreang Kab. Bandung. Dan seperti biasa angkot yang saya naiki adalah tujuan ke terminal Leuwi Panjang. Dalam angkot itu ada 3 ibu-ibu, yang satu sudah tua dan membawa anaknya, 1 bapak-bapak disebelah sopir angkot, dan saya yang duduk dibelakang.

Di tengan perjalanan, di pertigaan jalan. belok ke arah kanan mengarah ke dalam terminal (masuk ke terminal) dan lurus mengarak ke depan pintu terminal, bapak sopir angkot itu memilih lurus. Saat itu juga ibu yang sudah tua itu bertanya kepada saya, “Nak, ini benar ke terminal leuwi panjang?” “iya bu” jawab saya.                                                                                       
Di sinilah saya sempat terlibat perdebatan dengan bapak sopir itu. Bukan apa-apa, saya cuma merasa kasihan kepada ibu yang tadi. Jika lurus (ke depan terminal) itu nanti bus damri nya bisa penuh, kan kasian, udah ibu-ibu bawa anaknya yang digendong lagi masa harus berdiri di dalam busnya :(. Akhirnya saya mengalah karena ibu itu bilang kepada saya, “Yaudah nak, gpp, yang penting ibu sampai ke tujuan.”

Turun di depan terminal. Saya langsung duduk di kursi yang sebelahnya ada seorang bapak. Setelah menunggu bus beberapa menit dan tak kunjung keluar dari terminal. Ketika saya sedang pegang handphone, tiba-tiba bapak itu bertanya kepada saya dalam bahasa sunda,

“Jang, tabuh sabaraha?”

Saya hanya bisa tersenyum dan melihat bapak itu.

Bapak itu kembali bertanya, “jang, tabuh sabaraha?”

Lagi lagi saya tidak bisa menjawab dan hanya bisa tersenyum kebingungan.

Barulah yang ketiga kali nya bapak itu bertanya, “jang, jam berapa sekarang?

Untuk pertanyaan ini saya baru bisa jawab, “jam 11.20 pak” sambil tersenyum dan melihat jam yang ada di handphone.

Selesai pembicaraan itu dan saya bisa menarik kesimpulan bahwa “Oh . . . ternyata tabuh itu artinya jam” kosa kata baru bahasa sunda buat saya -_-.



No comments:

Powered by Blogger.