Plisss . . . Tidak Merokok di Kampus
![]() |
Lagi-lagi
saya post tentang merokok. Bukan saya benci kepada perokok, tetapi saya tidak
suka dengan cara mereka merokok. Merokok di tempat umum, merokok disebelah
perokok pasif, apalagi merokok di depan anak-anak. Kita tahu biasanya anak-anak
atau manusia itu cenderung akan melakukan apa yang mereka lihat. Itulah yang
saya dan mungkin sebagian orang tidak menyukainya, cara-cara mereka merokok.
Kemarin
lusa saja, ada acara seminar dan workshop tentang peralatan ketenagalistrikan di
kampus. Acara ini bukan hanya dihadiri oleh mahasiswa kampus kami saja, tetapi
ada dari beberapa perwakilan dari SMK, instalatir listrik daerah, dan perwakilan
mahasiswa dari kampus lain. Juga dihadiri oleh DPP AKLI, ketua APEI dan
lain-lain. Dan sebagai pengisi acaranya adalah 3 perusahaan besar di bidangnya
yang berdomisili di Indonesia.
Sungguh
pemandangan yang kurang menyenangkan di mata saya, saat istirahat dan setelah
makan siang, mereka dengan seenaknya dan tidak merasa bersalah menghisap rokok dan
membuang asapnya ke udara bebas di dalam kampus. Abu sisa dan puntung rokoknya
pun dibuang sembarangan. Iya sih ada petugas kebersihan, tapi kan menjaga
kebersihan adalah tugas kita semua. Dan semuanya tahu bahwa hari itu ada dari
pihak-pihak lain yang berada di dalam kampus. Ini kan membuat citra tidak baik
kampus di mata orang lain. Terlebih lagi ada beberapa siswa SMK, yang mereka adalah
adik-adik kita. Kita sebagai kakaknya seharusnya memberikan contoh yang baik
kepada mereka. Mungkin dalam pikiran mereka begini, ‘oh, jadi gini kebiasaan
mahasiswa, ngerokok di kampus’. Kampus yang dari namanya saja adalah
PENDIDIKAN. Seharusnya mampu mencontohkan dan memberikan kesan positif kepada
siapa saja yang datang.
Padahal
di depan pintu masuk kampus sudah tertulis, ‘mohon tidak merokok di sekitar
kampus’. Namun kesadaran diri masyarakat Indonesia masih sangatlah rendah. Mari
introspeksi diri sendiri. Sudah sejauh mana kesadaran kita akan tata tertib dan
lingkungan bersih.
Mahasiswa
yang katanya agent of change, agen
perubahan. Tetapi malah mencontohkan yang begini. Bagaimana mau jadi agen
perubahan kalau mahasiswanya sendiri tidak mau berubah? Mari introspeksi diri.
Memang
kita adalah mahasiswa teknik, tetapi alangkah baiknya jika kita mengerti
etika-etika dalam merokok. Contohnya tidak merokok di kampus, tidak merokok
saat rapat, tidak merokok ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung atau
merokoklah di toilet. Dan memang merokok merupakan hak setiap orang, tetapi
menghirup udara bersih juga hak setiap orang. Agar satu sama lain terpenuhi haknya
masing-masing, maka semuanya harus saling mengerti. Saling menjaga haknya satu
sama lain.
Mari
kita ubah persepsi dari ‘hormatilah orang yang merokok’ menjadi ‘hormatilah
orang yang tidak merokok’. Dan mari wujudkan tidak merokok di kampus dan tempat
umum. Matikan rokok sebelum rokok mematikan anda :).
Tidak merokok bukan hanya untuk kesehatan tetapi untuk menjaga lingkungan agar
tetap bersih dari polusi udara :).
Mohon
maaf, apabila ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan tulisan ini. Ini hanyalah
sebagai bentuk protes saya terhadap keadaan. Saya tuangkan ide-ide atau protes
saya dalam bentuk tulisan ini, karena saya merasa tidak mampu merubahnya dengan
tangan saya sendiri. Melalui tulisan inilah saya bemimpi ‘INDONESIA BERSIH
TANPA ASAP ROKOK’ :). Tidak mudah untuk mewujudkannya, perlu
bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia.
Sekali
lagi mohon maaf.
Terima
kasih

No comments: