Kenapa Tulisan Dokter Jelek?

Udah lama nggak ngepost
nih, sekitar 2 mingguan
nggak ngepost di blog ini. Iya, lagi fokus nulis buku pertama nih. Hehe. Buku
pertama yang gue tulis, yang semuanya berawal dari blog ini. Yang insya Allah
terbit January atau February 2014 (naskahnya aja belum selesai udah ngomongin
terbit). -_-. Namanya juga impian, sah-sah aja kan? Yaaaa, sekalian promo juga
sebelum ngirim ke penerbit. :)
Oh iya, sesuai judulnya,
pernah nggak sih lo sempet mikir kenapa dokter tulisannya jelek? Tau sendiri
kalau dikasih resep dokter tulisannya kayak gimana? Yapz, gue sempet mikirin
ini. Sampe gue mikir mungkin di fakultas kedokteran itu ada mata kuliah yang namanya
“Tulisan Jelek”. Coba aja kalau dikasih resep dokter, yang jelas angka 3 x 1
nya aja. Apalagi kalau di surat-surat apa gitu, nggak kebaca. Katanya sih
karena mengefektifkan waktu, dokter kan sibuk sekali, jadi kalau nulisnya
dibagus-bagusin, kasihan yang nunggu selanjutnya, atau bahkan yang berhubungan
dengan nyawa seseorang. Kan nggak lucu kalau ada berita seorang anak tak
serselamatkan nyawanya gara-gara dokter nulisnya dibagus-bagusin.
Akhirnya setelah gue kenal
sama teman yang kuliah di fakultas kedokteran, gue coba nanya-nanya ke dia. Dan
kemudian gue simpulin kenapa dokter tulisannya jelek?
Jadi gini, di fakultas
kedokteran itu kuliahnya padat banget. Hampir tiap
hari masuknya jam 7 pagi
pulangnya jamnya 3 sore, bahkan ada juga sampai jam 6 sore baru pulang. Setiap
berapa minggu sekali gitu, 2 minggu sekali atau 4 minggu sekali, ada ujian. Dan
ujiannya itu 120 soal, 100 soal pilihan ganda dan 20 soal essay dalam waktu 2
jam an. Dan 20 soal essay itu, jawabannya panjang banget. Kayak jalannya suatu
penyakit, cara-cara menangani penyakit, dan masih banyak lagi. Katanya juga
saat masuk lab atau praktikum ada tes, dan waktu mengerjakannya 45 detik.
Kebayang, 45 detik? 45 detik itu kalau bagi gue baru nulis identitas. Ada lagi
katanya dokter yang mengajarnya cepat jelasin materinya, jadi harus nulis
materinya juga cepat
Yaaa, itulah mungkin yang
dapat gue simpulin alasan-alasan yang membuat seorang dokter tulisannya jelek
dilihat dari kuliahnya. Tapi baru-baru ini gue juga sempet mikir, kenapa juga
perawat atau apotekernya ngerti sama tulisan dokternya? Mungkin ada mata
kuliahnya kali, “Mengerti Tulisan Dokter”.
Hanya Tuhan dan apoteker
yang tau tentang tulisan seorang dokter.
No comments: