I'm Muslim
Kenapa memilih menjadi muslim?
Pertanyaan ini diajukan oleh dosen yang mengampu mata kuliah seminar pendidikan
agama islam. Pertanyaan yang cukup menggelitik, karena selama ini belum ada
yang menanyakan seperti ini. Baru kali ini pertanyaan itu muncul dalam benak
saya. Sebagai seorang mahasiswa yang sudah mampu berpikir, saya sebagai muslim harus
mampu menjawab dan menjelaskan pertanyaan tersebut.
Sebenarnya pertanyaan di atas jika
dijawab oleh seorang yang muallaf akan lebih mengena, karena mereka mengalami
benar-benar yang namanya perjalanan spiritual. Mulai dari agama satu ke agama
yang lainnya, hingga akhirnya memilih islam.
Pertama-tama,
alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang
telah memeberikan nikmat terbesar dalam hidup ini yaitu iman dan islam. Nikmat
inilah yang akan mengantarkan kita selamat di dunia dan di akhirat.
Berbeda dengan agama lain yang
menyembah ‘banyak’ tuhan. Dalam islam diajarkan hanya menyembah Tuhan yang Maha
Esa, Allah SWT. Dia tidak memiliki anak dan tidak diperanakan, seperti dalam
firman-Nya :
“Katakanlah,
“Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak
beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang setara
dengan Dia” (QS.
Al-Ikhlas [112] : 1-4).
Allah jualah yang menguasai langit dan
bumi, yang Maha Kuasa. Oleh karenanya, tidak boleh ada ketundukan kepada selain
Allah. Hanya Allah yang patut disembah. Firman Allah :
“Maka
sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya
kepunyaan Allah lah agama yang bersih (dari syirik)” (QS. Az-Zumar [39] : 2-3)
“Sesungguhnya
agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran [3]: 19)
Kedua, kitab suci umat islam adalah
benar-benar asli firman Allah. Sejak nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama
kali sampai terakhir, sampai beliau meninggal dan sampai hari ini, Al Qur’an
tidak pernah berubah, masih terjamin kemurniaannya. Karena tidak ada manusia
yang bisa membuat yang seindah dan semulia Al-Qur’an. Kitab suci agama sudah
tidak bisa dijamin keasliannya, karena sudah ada campur tangan manusia. Bahkan
mungkin ada agama yang kitab sucinya dibuat oleh manusia. Tidak dengan kitab
suci umat islam yang benar-benar murni dari Allah Tuhan Yang Maha Esa yang
diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai cara, melalui malaikat
Jibril, dibalik tabir, dan sebagainya.
“Katakanlah,
“Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa
Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya,
sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al-Isra [17] : 88)
“Katakanlah, “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah
buatan yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup
(memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hud [11] : 13)
“Dan jika kamu (tetap) meragukan Al-Qur'an yang telah Kami turunkan
kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah (paling tidak) satu surah saja yang
semisal dengan Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah
(untuk melakukan hal itu), jika kamu orang-orang yang benar” (QS. Al-Baqarah [2] : 23)
Ketiga, dalam islam kita meneumukan
aturan yang sangat detail yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Dari yang
mungkin kita anggap sepele sampai yang sangat besar. Urusan mulai dari kita
lahir sampai meninggal semuanya diatur dalam islam secara detail. Dalam makanan
pun sudah jelas dalam Al-Qur’an :
“Hai
manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan; karena sesungguhnya syaithan
adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS.
Al Baqarah [2] : 168)
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada
kamu memakan bangkai, darah, daging babi dan binatang-binatang yang disembelih
tidak kerana Allah, maka sesiapa yang terpaksa (memakannya kerana darurat)
sedang dia tidak mengingininya dan tidak pula melampaui batas (pada kadar benda
yang dimakan itu), maka tidaklah dia berdosa. Sesungguhnya Allah Maha
Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (QS. Al-Baqarah [2] : 173)
Bukan
hanya halal tapi juga yang baik, baik bagi kesehatan manusia. Halal dari
makanannya dan cara memperolehnya. Baik, baik dan tidak membahayakan kesehatan
manusia. Begitu indahnya islam mengatur dari segi makanan.
Masih
banyak lagi urusan yang sudah diatur dalam islam. Intinya islam mengatur
seluruh aspek kehidupan. Aturan dalam islam pun tidak memberatkan, ada yang
namanya rukshah atau keringanan dalam islam.
Keempat,
dalam islam tidak ada kekerasan. Apalagi teroris, saya yakin teroris itu bukan
islam. Karena nabi Muhammad diutus Allah untuk menjadi rahmatalil’alamin,
rahmat bagi seluruh alam. Dalam islam pun tidak ada ada paksaan. Sebagaiman
firman Allah :
"Tidak
ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)..." (Al Baqarah [2] : 256)
Mohon maaf apabila ada kesalahan.
Mohon maaf apabila ada kesalahan.
Kita memang harus bertanya kepada diri sendiri, sudah berapa lama kita memeluk Islam dna sudah sampai mana ketaatan kita selama ini?
ReplyDeleteMasih banyak di luar sana yang engaku Islam tapi tidak berperilaku sebagaimana seorang Muslim
Fadil Ibu Ahmad, www.muslimgreget.com
Iya win, saling mengingatkan itu sangat penting :( . . .
Delete