Pengalaman Kerja
| Gambar tidak terkait dengan pengalaman kerja |
Libur semester genap merupakan libur yang sangat panjang.
Hampir dua sampai tiga bulan liburnya. Ada sebagian kampus yang menyediakan
semester padat, termasuk kampus gue. Sudah dua kali semester dan gue nggak
pernah ikut SP. Tentunya punya alasan tersendiri kenapa gue nggak ikut semester
padat. Yaaah, karena nggak ada mata kuliah yang ngulang. Hehe.
Semester padat pertama tahun 2012 gue nggak ikut. Padahal
waktu itu pengen banget ngambil SP yang mata kuliah semester atas. Tapi dosen
pemimbing akademik nggak ngijinin anak bimbingannya ngambil SP. Alasannya
karena SP itu untuk yang ngulang, terus kalian kan baru semester dua masa mau
ngambil mata kuliah semester atas. Yasudahlah, mata kuliah yang dikontrak juga
belum ada yang ngulang. Jadi, gue nggak ikut SP, artinya libur dua bulan.
Yeaaaaaaah. Dosen pembimbing gue emang baik, memberi kesempatan libur.
Gue berencana dalam liburan panjang pengen kerja, kerja di
pabrik, kerja serabutan, atau apapun yang penting kerja dan menghasilkan uang. Pulang
ke rumah dengan penuh harapan bisa dapat kerja. Itung-itung membantu biaya
kuliah gue sendiri. Semua berkas lamaran
kerja udah gue siapkan. Fotocopy ijazah, fotocopy sertifikat-sertifikat, foto,
fotocopy ktp, kartu kuning. Yaaaah, gue udah punya kartu kuning atau kartu
tanda kerja dari dinaskertrans, karena pas setelah lulus SMA gue langsung bikin
kartu kuning untuk daftar pelatihan di BLK. Berkas yang belum gue persiapkan
adalah SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Langsung meluncur ke kantor
kepolisian sektor terdekat diantar teman gue.
Setelah semua berkas sudah dipersiapkan, langsung mengirim
ke dua perusahaan sekaligus. Pertama ke PT. Indomarco Prismatama (Indomaret),
yang kedua ke PT. Indoowoyang bergerak di bidang makanan tepatnya adalah pasta
yang terbuat dari ubi. Dua perusahaan ini berdomisili di Cirebon, dekat dengan
rumah gue.
Seminggu kemudian ada sebuah pesan singkat menginformasikan
bahwa akan ada psikotest di PT. Indomarco Prismatama. Alhamdulillah, bisa ikut
test juga. Dengan mengenakan pakaian ala pencari kerja, putih hitam, menuju
tempat tujuan. Sesampainya di tempat , ada rasa deg-degan. Baru kali ini
ngerasain test masuk kerja. Sambil menunggu, gue berkenalan dengan orang yang
juga akan melakukan test. Nanya nama, alamat dan sebagainya.
Hingga waktu test tiba juga. Semua peserta masuk ke ruangan
yang telah disediakan. Kemudian ada beberapa petugas HRD masuk ke ruangan,
langsung memberikan pertanyaan kepada peserta, seperti apakah di sini ada yang
lulusan S1 atau sedang menempuh S1? Awalnya gue ragu-ragu menjawabnya, tapi
akhirnya tangan gue mengangkat juga. Gue jawab “iyaa, sedang menempuh s1”.
Petugas kembali memberikan petunjuk mengerjakan test, yang pertama adalah
pengisian biodata diri, kemudian barulah psikotest, setelah itu wawancara.
Tahap pertama adalah pengisian biodata. Gue isi semua
biodata. Namun ada yang aneh ketika gue menjawabnya. Yaaa, gue jawab semaunya
gue sendiri. Seperti pertanyaan, apakah anda bersedia di tempatkan di mana saja
di wilayah Cirebon? Yaaa, saya bersedia, tapi kalau bisa ditempatkan terdekat.
Apakah anda bersedia bekerja shift? Yaaa, saya bersedia, tapi kalau bisa
disesuaikan dengan jadwal kuliah nantinya. Apakah anda punya kendaraan
bermotor? Yaaa, punya vespa.
Yaaa, seperti itulah jawaban-jawaban yang gue tulis dalam
pengisian biodata. Seenaknya banget kan? Mungkin petugas yang baca bilang gini,
“emang perusahaan ini punya bapak lo, seenaknya aja ngatur jadwal kerja, baru
test aja sudah begini”. Gue jawab seperti itu karena jujur, nggak mau ganggu
kuliah nantinya. Dan lebih baik bilang saat itu juga daripada sudah diterima
dan sudah mulai kerja, tetapi gue harus kuliah di Bandung, kan lebih repot
lagi.
Dilanjutkan kembali dengan psikotest. Lagi-lagi gue lahap
habis psikotest tersebut,. Bukannya sombong, karena yaaaaa, psikotest SNMPTN
masih membekas dalam pikiran gue. Paling enak jawab psikotest, karena jawabnya bisa
dengan logika. Tidak seperti rumus-rumus yang gue pelajari waktu SMA.
Selesai psikotest, waktunya menunggu pengumuman yang lolos
wawancara. Sesaat kemudian peserta berdesakan melihat siapa saja yang lolos.
Ternyata eh ternyata nama gue tidak ada dalam daftar. Sekali lagi gue liat,
tetap nggak ada. Padahal gue yakin sama psikotestnya. Ohhhhhh iya, mungkin
gara-gara pengisian biodata yang seenaknya saja. Iyaaa benar, ini yang membuat
gue tidak ada dalam daftar. Perusahaan kan memang membutuhkan karyawan yang
benar-benar siap semuanya. Sedangkan gue? Masih ragu-ragu.
Pulang dengan kegagalan. Gagal diterima kerja di perusahaan.
Tapi tak apa-apalah. Semua pasti ada hikmahnya. Toh, gue juga tidak sungguh-sungguh
bekerja seterusnya, hanya mengisi liburan saja. Jadi, yaaaa terima saja. Hehe.
Perusahaan yang kedua belum ada konfirmasinya. Belum ada
tanda-tanda test atau apapun. Selama satu bulan tidak ada panggilan kerja. Gue
jalani hari-hari seperti biasa. Mandi, makan dan aktivitas-aktivitas lainnya.
Barulah di penguhujung liburan, tepatnya satu minggu sebelum
idul fitri ada sebuah telepon mengabarkan kalau gue harus datang ke perusahaan
besok sore. Keesokan harinya, waktu sore, gue pergi menuju perusahaan yang
bersangkutan. Tiba di perusahaan, ternyata langsung diterima, tidak ada test
dan segala macamnya. Gue hanya disuruh mengisi biodata. Dan hari itu juga bisa
kerja. Langsung semua calon pegawai waktu itu menuju pabrik dan diberikan
pengarahan terlebih dahulu tata cara bekerja. Penetralisiran tubuh kita dari
bakteri-bakteri yang bisa bercampur dengan makanan. Mengenakan pakaian kerja,
sepatu dan sapu tangan.
Yang cowok gue sendiri. Gue diarahkan menuju ruangan kerja.
Yaaaah, pekerjaan yang gue kerjakan adalah menimbang dan menulis berat ubi
dalam sebuah ember. Pekerjaan selanjutnya adalah membuang kulit ubi ke sebuah
lubang yang telah disesuaikan. Begitu seterusnya. Dalam ruangan kerja tersebut,
pekerjanya adalah semuanya cewek. Yang cowok cuma ada dua, gue dan orang yang
udah kerja di situ. Ada yang nanya ke gue, “baru masuk yaah?” “betah-betah di
sini yah”. “yaa liiat saja nanti” dalam hati gue.
Gue merasakan kelelahan, karena puasa ramadhan. Katanya sift
sore sampai jam 12 malam. WOOWW. Aduh, giman yaah? Lama banget. Akhirnya, gue
putuskan pulang saja ketika istirahat waktu maghrib. Karena gue berpikir,
bentar lagi kan juga udah masuk kuliah, ditambah harus shalat tarawih, sayang
sekali udah dari awal shalat tarawih masa di akhir-akhir tidak shalat. Cuma
gara-gara kerja yang nggak jelas begini, nggak jelas karena nantinya juga
keluar pas udah masuk kuliah. Yasudah, akhirnya pulang. Lebih baik shalat
tarawih saja daripada kerja. Toh, gue juga sebentar kerjanya. Yaah, jadi gue
kerja diperusahaan tersebut dari jam 16.00 sampai dengan 18.00, sekitar dua jam
gue kerja.
Akhirnya, waktu liburan sudah habis, tandanya gue harus
balik lagi bergelut dengan buku-buku.
Kesimpulan liburan waktu itu adalah gue pernah merasakan
kerja di perusahaan selama kurang lebih dua jam, dan itulah pengalaman kerja
gue.
Terima kasih
Follow @umarwijaksono
No comments: