Kuliah Tak Seindah di FTV

Kuliah yang gue jalani ternyata tak seindah yang gue pikirkan ketika masih duduk alay di bangku SMA. Gue pikir kuliah itu mengasyikkan. Kuliah itu menyenangkan. Kuliah itu mendebarkan. Kuliah itu mendewasakan. Seperti halnya yang pernah gue liat di FTV. Mahasiswa penuh semangat berangkat kuliah. Duduk serius mendengarkan dosen yang sedang mengajar. Dan yang paling gue bayangkan adalah kejadian yang seperti ini. Seorang mahasiswa tabrakan dengan seseorang, buku yang dipegang jatuh, kemudian yang ditabrak juga ikut membantu membereskan buku yang berserakan. Tangan mereka saling bersentuhan. Dan pada akhirnya jadian. Gampang banget kan?

Hari kedua masuk kuliah, dengan langkah tergesa-gesa gue masuk ke ruang kuliah. Duduk manis paling depan, karena kursi yang belakang sudah penuh. Mendengarkan materi yang disampaikan dosen dengan seksama. 

Namun setelah beberapa menit, ada yang aneh dalam perkuliahan tersebut. Gue ngerasa beda dengan yang lain. Yang lain berambut gondrong, berjenggot, berkaos, celana jeans bolong-bolong. Sedangkan gue? rapih, cupu, persis seperti anak SMP masuk SMA. Selain itu, biasanya pertemuan pertama adalah perkenalan, yaaa setidaknya basa basi dulu. Tapi ini langsung ke materi, udah gitu materinya membingungkan, materi yang diajarkan berhubungan dengan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah). Loh, ini materinya tidak sesuai dengan mata kuliah yang gue kontrak dalam KRS (Kartu Rencana Studi). Akhirnya, gue berinisiatif nanya ke pria sebelah. Pria gondrong berjenggot yang baik hati.

“Kang, ini kuliah apa yah?”

“Kuliah Transmisi” jawabnya.

“Terus, akang angkatan berapa?”

“Angkatan 2009”

Daaaaanggggggggggg..

Ternyata benar. Wajah tidak bisa membohongi.

Gue menarik kesimpulan, SALAH MASUK KELAS.

Dengan penuh malu, gue minta izin ke dosen yang di depan karena salah masuk kelas. Karena terburu-buru, pas turun dari tangga nabrak seseorang hingga bukunya jatuh berserakan. Pikiran gue langsung terbayang adegan yang ada di FTV. 

“Gue bakal jadian nih habis ini”. 

Hati berbunga-bunga. Gue ulurkan tangan membantu membereskan dan merapihkan buku yang berserakan di lantai, dengan penuh perasaan tangan dia menyentuh tangan gue. Detak jantung semakin kencang, rasanya ingin copot, keluar dari asalnya. Deg-degan penuh malu gue menoleh ke orang tersebut.

Daaaaaaaaaaaaaaanggggggg.

Ternyata pria feminim, yang biasa mangkal depan kampus. Pria tersebut mengedipkan mata genitnya ke arah gue. Matanya menyisyaratkan  rasanya ke gue. Aduuuuuh, geli-geli gimana gitu.

Dengan langkah seribu, gue tinggalkan pria itu menuju ruang kelas yang dituju. Nafas terengap-engap duduk di ruang kuliah tak bisa menikmati sajian dari dosen. Terbayang kejadian yang baru saja terjadi hingga perkuliahan selesai. Sungguh memilukan.

Mulai hari itu juga gue nggak nonton FTV lagi dan nggak akan membayangkan dunia kampus dalam FTV. Karena hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan tokoh dan ceritanya, mohon untuk dimaafkan.

To be continue . . .













No comments:

Powered by Blogger.