Pin BBM

Beberapa saat setelah pendafataran online KKN, euphoria KKN semakin meriah. Peserta KKN gencar melakukan pencarian teman satu kelompoknya. Gencar menerobos dunia maya yang penuh dengan ketidakadilan hanya untuk menemukan teman satu kelompoknya. Tujuannya pun berbeda-beda, ada yang murni karena ingin menemukan teman satu kelompok agar bisa terjalin kerja sama yang baik, saling akrab, ada yang hanya ingin sekedar tau dulu karena kelompok tersebut belum fix menurut info, ada juga yang karena modus, ini mungkin tujuan buat para jomblongenes. Never mind. Namanya juga usaha yaaaaah blooo. Boleh boleh saja.

Tweet seputar KKN berseliweran di temlen twitter mencari teman satu kelompoknya. Menggunakan hastag #FINDINGKKNUPI2014 melalui @infoUPI. Frendster pun tak ketinggalan dengan berita tentang KKN. Bagi yang masih inget akun frendsternya. Status di temlen facebook bertebaran tentang KKN, tentang tempat KKN, tentang kelompoknya. 

Grup yang dulunya adem ayem, sepi nyanyep, berubah menjadi ramai bak pasar dadakan. Pemberitahuan facebook gue pun jadi meningkat. Tiap menit ada pemberitahuan tentang yang memposting di grup. Sebagian peserta memposting ke grup dengan tujuan, lagi lagi untuk mencari teman satu kelompoknya, namun ada juga yang mengeluh karena booking tempatnya bukan yang diinginkan. Terlebih yang mendapat tempat di daerah Indramayu. Mereka mencoba menawarkan untuk tuker tempat dengannya.

“Apes, yang masih kosong cuma Indramayu” posting salah satu peserta.

Ini nih yang gue nggak setuju dengan system seperti ini. Jadi, hukum rimba berlaku dalam hal ini. Siapa cepat dia dapat. Siapa telat dia juga dapat. Dapat tempat yang sisa, maksudnya. Hehe. Sebenarnya gue lebih suka yang random. Biarkan pihak kampus yang mengelompokannya. Jadi, peserta hanya menunggu hasilnya pada hari yang telah ditentukan. Nggak usah repot-repot berebut tempat, membuat salah satu diantara kita sakit hati.

By the way, gue juga peserta KKN kok. Gue milih Desa/Kel Sekarwangi Kec. Buahdua Kab. Sumedang. Kelompok berjumlah 10 orang dari berbagai jurusan. Gue buka link hasil kelompoknya, kemudian gue simpan nomor handphone teman yang satu kelompok sama gue yang tertera di layar laptop. Biar kalo ada sms masuk, udah tau yang sms siapa.

Beberapa jam setelah melakukan pendaftar. Tiba-tiba pesan singkat masuk ke handphone gue dari kontak KKN Anggi. Ohh ini dari teman satu kelompok gue. Paling tentang perkenalan. Oke, gue buka smsnya dan benar smsnya berisi.

“Kita satu kelompok KKN yah, hehehe. Salam kenal. Saya anggi dari pendidikan IPS, selamat bekerja sama yaa”

Gue bales smsnya “Salam kenal juga”

Ada lagi yang mention ke twitter gue, teman satu kelompok juga. Bertambah nih jumlahnya.

Keesokan harinya, ada pesan singkat masuk lagi.

“Boleh kirim id line sama pin bbm nya? Biar enak kita ngobrol semua bikin group gimana? Jadi ngobrol di group aja biar akrab semua”

Kampret nih smsnya, pertanyaannya. Buat gue mati gaya. Ngapain nanyain pin BB yaaah. Udah tau gue kan belum punya pin BB. Oh iya, dia belum tau yaaah, makanya nanya itu.  Meskipun dulu gue pernah punya hp android kemudian gue jual lagi karena berbagai alasan. Sekarang gue bukan lagi pengguna Blackberry dan Android. Gue pengguna Samsung GT-C3322 dual sim, kamera 2MP, ada radio, ada music, tahan air, tahan banting, bisa buat mecahin kaca, dan masih banyak fitur lainnya.

Kenapa coba nanyanya pin BB? Kenapa nggak frendster kek, facebook kek, email kek, atau sekalian alamat rumah. Tapi karena memang sedang boomingnya BBM an sih, apalagi setelah aplikasi ini bisa digunkan untuk platform android.

Untungnya kalo line gue punya, yaaa meskipun melalui laptop. Naahh, yang jadi masalah adalah pin BB. Hal yang pengen gue lakuin saat itu adalah pergi ke BEC (Bandung Elektronik Center) terus nanya ada HP yang ada BBM nya nggak? Yang harganya 50ribu.

Iya, sms tadi dari Anggi. Nama aslinya Anggi Anggi Lumut . Ehhh, maaf maksudnya Anggi Septiriani S P. Bukan hanya Anggi yang sms kayak gitu, ada yang lainnya.

Akhirnya gue coba cari jawaban yang sedikit enak dan berbobot. 

Awalnya gue ketik “maaf, pin BBM nya lagi dipinjem temen” nggak mungkin.

Gue ketik lagii “sorry yaah, pin BBM nya lagi keluar dulu”. Gue hapus lagi.

Ketik lagi deh “maaf nih, bukannya sombong nggak mau ngasih pin BBMnya, tapi emang nggak punya pin BBM”.

Mungkin dia mikirnya “ini orang jadul banget nggak punya pin BB”.

Setelah merenung selama satu minggu, ketemu deh jawabannya. Gue ketik ‘Pin BB masih belum ada’ atau ‘pin BB masih coming soon’.

Setelah itu legaa dehhhhhhhhhh . . . 












No comments:

Powered by Blogger.