Tilang Pertama
Ketika gue masih berseragam putih
abu-abu pernah mengalami kejadian yang sungguh memilukan. Sangat-sangat
memalukan. Sampai orang tua dan saudara pun tahu apa yang gue alamin. Begini
ceritanya, gue yang masih duduk di bangku SMA merasa ganteng. Karena facial
foam yang gue pakai adalah yang ada iklan di televisi dengan tagline ganteng
maksimal. Makanya gue ngerasa ganteng paling maksimal. Oh iya, istilah GM
(ganteng maksimal) itu baru ada sekarang yaah.
Waktu itu gue diamanahi menjaga rumah
nenek yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah gue selama 3 hari. Karena
orang-orang yang tinggal di rumah tersebut pergi ke Bandung untuk menjenguk
cucu nenek gue yang sedang dikhitan. Alhasil gue sendirian di rumah nenek
menikmati fasilitas rumah nenek. “Pake aja mar motornya buat keperluan atau
berangkat sekolah” perintah bude gue.
Mumpung ada motor yang lumayan bagus,
gue berdayakan buat berangkat sekolah, sekalian berhemat juga daripada naik
angkot. Hari pertama tidak ada kendala yang gue hadapin dalam menjaga rumah
nenek.
Hari kedua, ada tugas dari guru membuat
suatu makalah. Karena nggak punya laptop atau pc computer, satu-satunya jalan
adalah ke warung internet. Segera melaju ke sebuah warung internet yang berada
di sebelah jalan raya yang cukup ramai dilalui kendaraan. Sekitar dua jam
selesai mengerjakan tugas makalah. Langsung pulang ke rumah.
Namun, baru beberapa meter melaju, gue
ngeliat ada suatu kerumunan orang, dari kejauhan tak jelas itu apa. Gue abaikan
kerumunan itu dengan menikmati perjalanan. Semakin dekat semakin jelas
kerumunan itu, astaga ada beberapa polisi yang berdiri di sisi jalan sedang
memberhentikan kendaraan. Ada razia. Aduuuh, gue nggak sempat berbalik arah. Karena
pertama dan utamanya adalah gue nggak pake helm. Yaa, biasanya juga nggak ada
polisi ini, lagian jaraknya juga dekat, nggak usah pake helm. Pikir gue waktu
itu. Akhirnya dengan gagahnya seorang polisi memberhentikan gue disisi jalan.
“Surat-suratnya mas, STNK, SIM” Tanya
pak polisi tiba-tiba.
“SIM belum punya pak, masih pelajar.
STNK nggak bawa” jawab gue dengan enteng.
“Yasudah, anda ditilang.”
“STNK nya ada di rumah pak, nanti saya
ambil dulu” coba nego.
“Iyaa, silahkan. Tapi motornya tetap
di sini”
Akhirnya gue telepon bude nanya
tentang STNK motornya ditaroh di mana. Dan ternyata STNK motor itu dibawa ke
Bandung. Aduuuuuuuuuuuuuuuuuh, ini gimana yaah.
“Pak, STNK nya dibawa ke Bandung.
Gimana?”
“Anda ditilang. Nanti tanggal 14
diambil di persidangan” kata pak polisi tersebut.
“Jangan nangis. Jadi cowok kok cengeng”
lanjutnya.
Gila, gue dikatain nangis. Padahal gue
cuma bingung aja ini gimana. Sambil merunduk di tang sepeda motor.
“Anda orang mana?” Tanya pak
polisi
“Saya orang bode pak, yang tetangganya
Pak Yosep” jawab gue
Pak Yosep adalah seorang polisi yang
merupakan tetangga rumah gue. Tujuan menyebutkan pak Yosep adalah siapa tau aja
polisi itu takut dan menyuruh gue pergi begitu saja.
“Oh iya” jawabnya.
Diam sejenak. Kemudian menyuruh gue
memindahkan motornya ke sisi jalan. Polisi itu berlalu begitu saja.
Gue yang bingung duduk di depan
warung. Ada juga warga sekitar yang sedang duduk-duduk liat razia. Satu hal
yang paling gue bingung, kenapa kunci motornya masih dipegang gue. Berarti kan
gue bisa kabur. Tapiiiii, takut kalau nanti dikejar gimana? Masih duduk
bingung.
“Mas, ditilang?” Tanya warga yang
duduk sebelah gue.
“Iya mas ditilang, tapi kuncinya masih
di saya” jawab gue
“Dapat surat tilang belum?”
“Belum mas, belum dapet surat apa-apa”
“Yasudah, kabur aja, pergi pake
motornya”
“Emang nggak apa-apa mas?”
“Nggak apa-apa. Buru berangkat sebelum
ketahuan”
“Iya mas. Makasih”
Akhirnya dengan tergesa-gesa dan penuh
ketegangan gue nyalain mesin motornya dan tancaapp gas melewati jalan tikus
menuju ke rumah.
Beberapa saat kemudian bokap gue
datang ke TKP, nggak ketemu gue di tengah jalan karena berbeda jalan yang
dilalui. Ternyata kata salah seorang warga, “anak bapak sudah pergi barusan”.
Alhamdulillah, tidak mengeluarkan
uang. Gue lolos dari razia :D. Dan ini merupakan kena tilang pertama.
Pelajaran yang dapat diambil,
gunakanlah helm bukan karena ada polisi atau tidak adanya polisi, tetapi karena untuk keselamatan berkendara. Menjaga kepala kita. J
Tamat.
Tilang Pertama
Reviewed by Unknown
on
9:43:00 PM
Rating: 5
Reviewed by Unknown
on
9:43:00 PM
Rating: 5

