Gagal Jadi Kaya
Namun ada yang aneh dengan inbox email umar.wijaksono@yahoo.com. Ada tiga email yang gue terima. Semuanya berasal dari
luar negeri. Bisa dilihat dari Bahasa yang digunakan, yaitu bahasa inggris. Gue
tertarik sama emailnya, karena tertera yang di depan angka ada logo dollar.
Karena kemampuan Bahasa inggris gue masih pas-pas an, akhirnya minta bantuan,
pilihannya adalah jasa translater Mas Google. Ketiga email tersebut isinya
hampir sama. Berisi, sejumlah dana akan dikirimkan ke gue. Ketiga email ini
mengisyaratkan “sebentar lagi gue kaya”. Yeaaaah, sebentar lagi gue kaya. Udah
ngebayangin pegang dollar dengan jumlah banyak sambil kipas-kipas.
Email pertama dari Dr. Albert Johnson
Kalau ditranslate Mas Google kira-kira isinya begini :
“Saya adalah manajer remittance dept . Eco Bank Lome Togo.
Ada dana milik pelanggan yang telah meninggal (Mr Cho Tae Young). Mr. Cho Tae
Young meninggal dunia dalam kecelakaan udara bersama keluarga terdekatnya. Dia
dinasionalisasi di sini selama bertahun-tahun. Sebelum kematiannya, dia
dieksekusi banyak kontrak serta sebagai pemasok utama peralatan pertanian di
Afrika Barat. Hukum perbankan di sini menetapkan bahwa jika uang tersebut tetap
tidak diklaim setelah 6 tahun , ia akan pergi ke kas Bank sebagai dana yang
tidak diklaim. Saya memutuskan untuk menghubungi Anda dan melepaskan dana
kepada Anda sebagai rekan bisnis asing ke teman saya terlambat karena saya
tidak ingin uang itu masuk ke kas Bank sebagai dana yang tidak diklaim dan
selain ada yang datang untuk dana lagi . Banyak Bank digunakan Afrika untuk
menyita semua orang asing uang di bank kami setelah dana tertidur di Bank .
Kami Poor Bankir tidak mendapatkan apa-apa jika dana tersebut disita .
Saya hanya mencari persetujuan Anda sebagai orang asing
yang akan mampu untuk membantu saya mentransfer total dana ke account Anda
tanpa masalah karena tidak ada orang yang datang untuk itu selama
bertahun-tahun , transaksi harus menjalani prosedur perbankan normal
mentransfer dana warisan”
Email kedua dari Mrs Laila Vaserman
Ini versi gue dengan bantuan Mas Google :
"Mrs. Laila Vaserman ini adalah istri dari Mr Ilan
Vaserman, seorang pengusaha sukses internasional yang berbasis di Bahrain
Aljanabiya ( Kebangsaan Israel ) selama lebih dari 38 tahun. Mr. Ilan Vaserman
meninggal pada tanggal 12 November 2001 tentang kecelakaan pesawat dengan
penumpang lain Di American Airlines penerbangan 587 , dari Chicago ke Los
Angeles dalam perjalanan bisnis.
Sebelum kematian suaminya, Mrs. Laila mendapat deposit
sebesar { 8.100,000.00 Juta US Dollar } dari suaminya. Baru-baru ini dokter
Mrs. Laila mengatakan bahwa dirinya tidak akan bertahan hidup lama karena
stroke. Kemudian Mrs. Laila memutuskan untuk menyumbangkan dana tersebut ke
sejumlah organisasi amal atau orang baik yang digunakan untuk membangun panti
asuhan yang merupakan impian almarhum suaminya "
Yaah intinya sih gue ditunjuk menerima dana tersebut.
Mrs. Laila Vaserman juga melampirkan foto dalam emailnya.
Email ketiga dari Thomas Philips
Mas Google mentranslate :
"Sebuah catatan pribadi untuk Anda
Saya Barrister Thomas Philips . seorang praktisi hukum ,
dan juga pengacara apersonal sampai akhir , seorang konsultan bisnis dan sub
kontraktor utama untuk shell pengembangan minyak company.On tanggal 27 Desember
2007, klien saya , dan istrinya dan dua anak-anak mereka terlibat dalam
kecelakaan mobil dan Itu disayangkan bahwa mereka semua kehilangan nyawa mereka
. Selama bertahun-tahun sekarang saya telah melakukan membagikan penelitian
untuk mencari hubungan untuk mengklaim nilai dana Estate nya semua sia-sia .
Saya menghubungi Anda karena Anda berdua menanggung nama
yang sama . Saya ingin menggunakan Anda sebagai saudara terdekat untuk
mengklaim nya Estate / Dana senilai ( $ 5.2Million ) kemudian transfer ke
negara Anda , sebelum pemerintah kita menyita atau menyatakan cadang tersebut
oleh Firm.I Finance akan memberikan dokumen yang diperlukan untuk punggung up
karena saya pengacara pribadinya sebelum kematiannya . 40 % akan untuk Anda
jika Anda tertarik . jangan silakan kembali ke saya untuk rincian lebih lanjut
sehubungan dengan klaim ini Terima kasih atas tanggapan prompt Anda."
Itulah ketiga email yang gue terima. Ketiga email
tersebut menunggu balasan dari gue. Meminta gue mengirimkan data pribadi.
Akhirnya karena diiming-imingi akan dikirim dana, gue balas ketiga email dengan
data pribadi.
Kemudian dibalas balik email gue. Yang intinya diminta
untuk mengirimkan fotocopy SIM, Paspor Interasional, serta menjadi nasabah di
bank yang bersangkutan.
Aduuuuh, gimana yaaah? SIM aja belum punya, apalagi
Paspor Internasional -_-. Naik pesawat pun belum pernah. Lagian kapan gue pergi
ke luar negeri.
Akhirnya gue nggak ngelanjutin trasnsaksi ini. Gue gagal
jadi kaya.
Sedih. Tapi nggak apa-apalah. Memang kesuksesan itu tidak
instan, butuh proses. Mie instan pun sebenarnya nggak instan, nggak bisa
langsung dimakan. Perlu dibuka dulu, terus direbus, disajikan, baru deh
dimakan. Nggak instan kan? J
Gagal jadi kaya? It’s no problem. Kaya hati jauh lebih
penting.
Jadilah orang yang kaya harta dan kaya hati, agar harta
yang diperoleh digunakan untuk hal yang bermanfaat.
Sekian.
Terima kasih.
Gagal Jadi Kaya
Reviewed by Unknown
on
7:43:00 PM
Rating: 5







