Tips Sesat Memilih Jurusan
Lulus Ujian Nasional. Kalau yang ingin langsung
melamar kerja, nggak jadi masalah. Tapi bagi yang ingin meneruskan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu masuk perguruan tinggi atau kuliah. Ini
yang sedikit menjadi masalah. Tentunya harus sudah menyiapkan jurusan yang akan
dipilih nanti. Namun beberapa siswa termasuk gue dulu, mengalami kendala dalam
memutuskan dan memilih jurusan kuliah. Karena sebagian siswa tidak mengetahui
atau tidak mengenal dirinya sendiri. Minatnya, bakatnya, cita-citanya, potensi
dirinya, serta kepribadiannya.
Nggak sedikit siswa yang memilih jurusan kuliah
karena ikut-ikutan trend, ikut teman yang udah kuliah atau mau kuliah, paksaan
orang tua, ada juga karena ikut-ikutan pacar. Yang terakhir yang bahaya. Kalau
lo milih jurusan karena ikut-ikutan pacar, mending kalau pacar lo setia. Nah,
kalau nggak setia? Terus putus gimana? Kalau lo orang yang suka galau, bahaya.
Bisa-bisa lo keluar dari jurusan tersebut. Mending baru semester 1 putusnya,
kalau udah semester 5 gimana? Nanggung. Jadi, jangan ikut-ikutan pacar deh,
sesuai pilihan lo sendiri aja. Biarkan LDR deh.
Salah memilih jurusan akan berdampak atau
berpengaruh pada saat memasuki perkuliahan bahkan berdampak pada kehidupan di
masa mendatang. Bisa berpengaruh pada psikologis anak tersebut, akdemisnya di
perkuliahan, dan lainnya.
Ada beberapa tips yang bakal gue kasih. Tips ini
merujuk pada pengalaman pribadi gue sendiri.
1. Sesuai Minat
Minat adalah suatu
proses yang tetap untuk memperhatikan dan menfokuskan diri pada sesuatu yang
diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas ( Hilgar & Slameto ; 1988
; 59).
Pertama
adalah kenali dulu minat lo. Minat lo apa? Karena ini sangat penting.
Kalau kuliah nggak sesuai minat itu jalaninnya bakal nggak menyenangkan.
Apalagi karena paksaan orang lain atau paksaan orang tua, ini akan menghambat
kegiatan belajar. Belajar tidak mudah dicerna, karena sebelum masuk udah ada blocking emosi.
Sebagai contoh, misal lo minatnya sepak bola atau
olahraga, jangan masuknya ke teknik sipil, karena nggak nyambung dengan minat
lo. Lebih baik lo masuk ke jurusan ilmu komputer. Nggak nyambung juga yah? Ada
nyambungnya kok. Jadi, lo bisa ahli sepak bola tapi melalui digital, kayak
menteri pemuda dan olahraga kita yang sekarang itu loh.
2. Sesuai Cita-Cita
Cita-cita lo apa? Jangan-jangan masih belum punya
cita-cita. Segera bertobat jika belum punya cita-cita. Dan segera miliki
cita-cita, karena ini merupakan hal yang penting dalam hidup. Kalau kita punya
cita-cita, hidup kita lebih terarah. Cita-cita atau impian itu kayak bahan
bakar yang akan membakar semangat hidup kita.
Tanpa impian hidup kita menjadi monoton dan tak
berwarna. Tanpa impian hidup kita akan stagnan,
tidak akan bergerak, karena tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya.
Seorang pemuda sedang berdiri tepat di pinggir
jalan. Datanglah taksi, kemudian pemuda itu menyetopnya, hendak pergi. Ketika
sudah berada di dalam taksi, sang sopir pun bertanya ke pemuda tersebut, “mau
ke mana mas?” Pemuda itu menjawab, “ke mana aja pak”. Pak sopir pun terdiam
bingung karena pemuda itu tidak mempunyai tujuan.
Seperti itulah ketika kita tidak memiliki sebuah
impian dan tujuan hidup. Hidup kita tidak terarah dan tidak mencoba untuk lebih
baik dari sebelumnya. Namun impian akan tetap menjadi impian jika kita tidak
berusaha untuk mewujudkannya. Bukan seberapa besar impian kita, tapi seberapa
besar usaha kita untuk mewujudkan impian tersebut. Langkah kecil dalam mewujudkan
impian tersebut adalah ceritakan mimpi itu ke orang lain. Dan ada dua tanggapan
dari mereka, yang pertama adalah mendukung impian itu, dan yang kedua adalah
mencemooh impian tersebut dan menganggapnya mustahil. Tanggapan yang kedua yang
berbahaya. Tetapi jadikanlah kedua tanggapan tersebut sebagai motivasi
tersendiri dalam mewujudkan impian. Tak lupa minta do’a orang tua. Berani
bermimpi berani melangkah.
Jadi, tetapin dulu cita-cita, kemudian pilihlah
jurusan yang memungkinkan menjadi jembatan menuju cita-cita lo. Kalau lo
cita-citanya jadi pengacara atau lawyer
yaah masuklah ke hukum atau yang masih berhubungan sama cita-cita lo.
3. Sesuai Bakat
Udah tau belum bakat lo apa? Gue juga belum tau
bakat gue apa. Bakat itu suatu kondisi seseorang yang dengan suatu latihan
khusus memungkinkan mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan
khusus. (Bingham). Atau pengertian sederhananya bakat merupakan potensi yang
dimiliki seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Kelebihan yang Tuhan berikan
kepada kita.
Bagaimana cara mengenali bakat? Menurut guru dan
dari buku yang gue baca. Mengenali bakat itu sederhana, ketika kita melakukan
sesuatu dengan senang hati, tanpa ada yang nyuruh, dan tanpa diberi hadiah atau
uangpun kita tetap senang melakukannya. Itulah bakat kita.
So, kenali bakat lo dan pilih jurusannya!
4. Passing Grade
Ini nih yang perlu diperhatikan juga dalam memilih
jurusan. Yaps, kalau yang mau masuk perguruan tinggi negeri perlu diperhatikan,
kalau yang mau masuk swasta nggak usah ditanya, semuanya pasti bisa masuk.
Untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri itu susah-susah mudah. Persaingannya
cukup banyak, dari seluruh Indonesia.
Passing grade berkaitan erat sama kemampuan lo. Kalau lo ngerasa
kemampuan lo pas-pasan dan nggak mampu bisa masuk jurusan yang lo impikan,
lebih baik cari alternatif jurusan lain yang kira-kira mengarah pada jurusan
yang lo impikan. Atau bisa cari universitas lain yang memiliki jurusan yang lo
impikan tapi passing gradenya nggak
gede-gede banget.
Kayak gue, gue pengen bisa masuk STEI ITB, tapi
ngeliat kemampuan gue yang pas-pasan. Akhirnya gue milih Teknik Elektro UPI
yang passing gradenya lebih rendah. Yaaa walaupun masih ada kemungkinan masuk
ITB, tapi gue sadar diri dengan kemampuan gue yang seadanya.
Jadi, ini salah satu strategi agar bisa masuk
perguruan tinggi negeri.
5. Tahu Resikonya
Sebelum milih jurusan, alangkah lebih baiknya lo
cari dulu informasi detailnya mengenai jurusan yang lo pilih. Tentang apa yang
akan dipelajari kalau udah masuk jurusan tersebut. Kedepannya seperti apa? Yaa,
minimal ada gambaran sedikit kalau lulus nanti. Walaupun terkadang pekerjaan
tak sesuai dengan jurusan. Tugas-tugasnya gimana? Lo harus tau resikonya kalau
memilih jurusan tersebut. Nyarinya bisa melalui internet atau bisa nanya-nanya
ke kakak tingkat yang udah kuliah. Kenali resikonya, biar nggak kaget pas di
pekuliahan dan bisa pikir-pikir dulu sebelum memilih jurusan.
Itulah mungkin beberapa tips sesat memilih jurusan
dari gue. Tips belum dilakukan oleh orang yang professional.
Sekian dan terima gaji.
Tips Sesat Memilih Jurusan
Reviewed by Unknown
on
5:52:00 AM
Rating: 5
Reviewed by Unknown
on
5:52:00 AM
Rating: 5

