Langkah Nyata Peduli Terhadap Lingkungan
Di zaman teknologi
seperti sekarang ini, media yang efektif untuk mengkampanyekan sesuatu adalah
melalui internet. Karena masyarakat sudah tidak asing lagi dengan internet.
Mereka bisa mengakses internet kapan saja dan di mana saja melalui smartphone. Seperti dunia dalam
genggaman. Sekali klik muncul beberapa informasi terkait.
Salah satu media
internet dalam mengkampanyekan sesuatu adalah melalui blog. Blog ini
media yang sangat menarik. Di situ kita menulis sesuatu apa saja yang kita
sukai. Cara membuatnya pun mudah. Seperti sekarang ini banyak layanan pembuatan blog secara
gratis, baik luar negeri maupun dalam negeri. Salah satu penyedia layanan blog dalam
negeri yang turut aktif berkontribusi dalam dunia blogging Indonesia adalah BLOGdetik. BLOGdetik terus konsisten mendukung blogger
Indonesia khusunya dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Contohnya, kopdar
kemarin tanggal 16 Maret 20014 bertempat di Café Demang & Resto bersama WWF Indonesia
dengan tema #BicaraLingkungan mengajak 100 Blogger Indonesia. Di akhir acara, WWF Indonesia
dengan BLOGdetik mengajak blogger berpartisipasi dalam
kampanye #IngatLingkungan.
Sudah tahu tujuan WWF Indonesia? WWF Indonesia
bertujuan untuk menghentikan dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi
serta membangun masa depan, dimana manusia hidup selaras dengan alam. (sumber : http://www.wwf.or.id)
Saya sendiri sudah
hampir dua tahun terjun dalam dunia blogging. Dalam sebuah buku yang pernah
saya baca, ngeblog itu intinya berbagi, maka nikmatilah indahnya berbagi. Dan
benar, yang saya rasakan seperti ini. Saya merasakan kepuasan dan kebanggan
tersendiri ketika apa yang saya tulis dibaca oleh orang lain, bahkan mungkin di
aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesuai dengan judul
yang di atas. Lingkungan merupakan hal terpenting dalam
kehidupan ini. Salah satu komponen yang mendukung keberlangsungan hidup adalah lingkungan. Semakin baik lingkungan maka semakin baik pula kualitas
kehidupan. Begitu sebaliknya, semakin buruk lingkungan semakin buruk kualitas hidup. Namun,
akhir-akhir ini dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat disertai keserakahan
dan sikap apatis manusia terhadap lingkungan, lingkungan tercemar dan semakin buruk. Manusia
cenderung memikirkan dirinya sendiri, tidak memikirkan lingkungan ke depannya bagaimana. Penebangan liar
terjadi di hutan-hutan, dan lain sebagainya.
Akibat sikap ketidak
pedulian manusia terhadap lingkungan menyebabkan bencana alam, yang salah
satunya adalah dikarenakan ulah manusianya itu sendiri yang tidak bersahabat
dengan lingkungan.
Sebagai contoh, longsor, banjir. Hampir setiap tahun, setiap musim penghujan
tiba di sebagian daerah di Indonesia mengalami kebanjiran. Seperti Ibu Kota Jakarta
yang sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Satu di antara penyebab
kebanjiran di Jakarta adalah karena sampah. Sampah yang dibuang sembarangan
atau dibuang ke sungai, ke selokan, mengakibatkan menghambat air yang mengalir.
Orang-orang dengan seenaknya dan tidak merasa bersalah membuang sampah
sembarangan. Orang-orang tidak peduli lingkungan sekitarnya. Mau dikemanakan lingkungan ini ke depannya?
Saya adalah salah satu
di antara kalian yang mengamati lingkungan.
Saya juga merasa prihatin ketika melihat lingkungan sekitar tidak bersih. Banyak sampah
bergelatakan, ditambah sekarang lagi maraknya gambar wajah seseorang di pinggir
jalan. Gambar ini merupakan sampah visual. Saya menyoroti gambar wajah
tersebut. Gambar ini menurut saya mengganggu keindahan kota, mengganggu
keindahan lingkungan. Lingkungan yang tadinya enak dilihat, sekarang
menjadi melihatnyapun risi karena banyak gambar wajah yang berjanji akan
mengedepankan kepentingan rakyat dan tidak korupsi. Namun, ketika mereka
menjadi wakil rakyat, mereka lupa akan janjinya. Mereka lupa akan gambar
wajahnya yang dipasang dipinggir jalan, merusak keindahan kota.
Masyarakat berharap
calon legislatif yang terpilih nanti lebih memperhatikan lingkungan. Contohnya, bisa membuat
dan melaksanakan program satu rumah satu pohon, membuat dan melaksanakan
program bersepeda, membuat taman-taman di perkotaan, menyediakan tempat sampah
di setiap sudut kota. Membuat undang-undang tentang pencemaran lingkungan dan menindak secara tegas orang yang
merusak lingkungan, penebangan liar. Selain itu juga pemerintah harus bisa
melindungi hewan-hewan langka, agar tidak diburu oleh orang yang tak
bertanggung jawab.
Masalah gambar wajah
ini, saya tidak bisa secara langsung ikut peduli terhadap lingkungan. Saya hanya bisa berharap
kepada pemerintah untuk mengeluarkan aturan yang terkait yang bisa menjaga keindahan lingkungan kota. Seperti yang telah dilakukan
walikota daerah di Jawa Timur.
Kembali lagi ke sampah.
Sampah merupakan masalah yang cukup pelik di negeri ini. Karena belum ada
penanganan yang serius mengenai pengolahan limbah sampah ditambah kesadaran
masyarakat untuk membuang sampah pada tempat sampah masih sangat rendah
dibandingkan dengan Negara tetangga. Saya jadi teringat apa yang sudah saya
lakukan beberapa bulan kemarin.
Minggu pagi adalah
waktu yang sangat enak untuk olahraga. Saya bersepeda ke tempat yang biasa
banyak orang berolahraga. Penuh semangat sepeda saya kayuh hingga sampai ke
tempat tujuan. Saya bersepeda sendirian, tidak ada teman yang menemani.
Beberapa menit istirahat sambil melihat sekitar taman, kemudian langsung saya
kayuh kembali sepeda pulang ke rumah. Ketika di perjalanan pulang, saya bertemu
dua orang teman yang juga sedang bersepeda menuju ke taman tadi. Mereka
mengajak saya kembali ke taman. Saya mengikuti mereka di belakang. Sesampainya
di taman, kami duduk istirahat sambil mengobrol. Rasa dahaga menyelimuti
tenggorokan kami. Beli air minum es untuk melepas dahaga. Setelah selesai
minum, tempat plastik es tersebut saya buang di tempat kami duduk. Namun,
teringat dengan apa yang pernah saya tuliskan mengenai sampah, saya berkomitmen
menjaga lingkungan. Kemudian saya melihat tempat sampah di seberang jalan dekat
tempat duduk kami. Akhirnya saya ambil kembali sampah bekas plastk tersebut,
lalu dibuang ke tempat sampah. Tak diduga, saya terkejut ketika dua orang teman
saya mengikuti apa yang saya lakukan. Mereka mengambil sampah kembali dan
membuangnya ke tempat sampah. WOOW, ternyata apa yang saya lakukan bisa menjadi
contoh dua teman saya. Sedikit terharu melihat kejadian tersebut. Jika satu
orang mencontohkan seperti ini kemudian ditiru oleh dua orang maka mungkin lingkungan akan bersih.
Inilah langkah nyata
saya peduli terhadap lingkungan.
Dari pengalaman juga seperti ini. Jika saya memegang sampah di dalam perjalan
atau di manapun, saya ingat harus berubah mulai dari hal terkecil. Saya simpan
sampah tersebut ke dalam saku atau tas. Kemudian ketika sudah menemukan tempat
sampah barulah membuangnya. Namun, kadang-kadang susah menemukan tempat sampah,
yang ada hanya sungai. Ingat, sungai itu bukan tempat sampah yaah :). Tahan dulu buang
sampahnya sampai menemukan sampah. Jika tidak juga menemukan, simpan saja
sampah tersebut sampai rumah. Barulah buang pada tempat sampah yang ada di
rumah. Ketika saya melakukan ini, menahan buang sampah sembarangan, ada suatu
kebanggaan tersendiri bahwa saya telah berpartisipasi dalam menjaga lingkungan
walaupun itu hal yang kecil.
Setiap setelah selesai
acara atau kegiatan banyak sampah berserakan. Kenapa bisa seperti ini? Orang
dengan sembarangan membuang sampah pada saat kegiatan. Coba saja yaah, ketika
acara berlangsung kemudian bekas makanan atau minuman atau sampah apapun
disimpan terlebih dahulu masing-masing orang kemudian membuangnya pada tempat
sampah. Kan enak, mungkin lingkungan akan tetap bersih sebelum kegiatan maupun
setelah kegiatan. Memang sih ada petugas yang membersihkannya, tetapi alangkah
lebih baiknya jika kita membantu mereka, melatih kita peduli terhadap
lingkungan, melatih kita hidup bersih, melatih kesadaran kita. Mudah-mudahan
menjadi amal baik kita. Yang merasakan kenyamanan tempat tersebut adalah kita
juga.
Selain upaya menjaga lingkungan dengan cara di atas, ada banyak lagi
bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan.
Seperti, mengurangi penggunaan plastik dalam makanan dan minuman. Biasakan
bersepeda, jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, hitung-hitung olahraga.
hehe. Atau gunakanlah transportasi umum, mengurangi kemacetan dan polusi udara.
Enak loh, menggunakan transportasi umum, kita bisa berkenalan dengan banyak
orang. :) Hemat energy listrik
juga, tidak menggunakan setrika dan lainnya di waktu-waktu beban puncak,
mematikan peralatan elektronika yang sekiranya sudah tidak dipakai, Earth Hour.
Mendaur ulang limbah atau sampah menjadi barang yang berguna.
Namun, semuanya akan
hanya menjadi wacana selama kita tidak segera berbuat. Semuanya hanya omong
kosong jika kita tidak melakukan bentuk nyata peduli terhadap lingkungan. Dari sinilah, kita perlu
berbenah diri. Sudah sejauh mana kesadaran kita peduli terhadap lingkungan? Kita perlu melakukan
perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan yang bisa kita lakukan
adalah dengan cara 3M. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari yang kecil. Mulai
dari sekarang. Mulailah dari diri kita sendiri, karena jika kita mengandalkan orang
untuk berubah itu susah. Mulailah berubah dari hal yang kecil, seperti tahan
membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempat sampah. Dan mulailah
dari sekarang niat untuk berubah. Kalaupun bukan sekarang kapan lagi?
Marilah kita tahan
buang sampah sembarangan. Mari kita jaga sama-sama lingkungan sekitar agar tetap bersih. Kalau bukan
kita yang menjaga, lantas siapa lagi? Kalau bukan kita yang peduli, lantas
siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Sesuai dengan visi
WWF-Indonesia “Pelestarian
keanekaragaman hayati Indonesia untuk kesejahteraan generasi sekarang dan di
masa mendatang”.
Itu headernya / gambar atas ketinggian.
ReplyDelete200 pixel cukup.
terima kasih atas sarannya pak :)
Deletemari jaga lingkungan kita dengan melakukan hal-hal kecil yang bisa jadi berdampak besar...
ReplyDeletemari kita jaga lingkungan, mulai dari yang kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan :) terim kasih sudah mampir. salam kenal :)
Deleteini klo bisa jangan copas ya...
ReplyDeletecopas dari mana bro?
DeleteImpian dan Tindakan adalah satu paket. Tanpa impian kita akan menjadi kecil, namun impian tanpa tindakan maka kita akan tidak bergerak ke mana-mana. Semangat untuk Melestarikan Lingkungan kawan!.
ReplyDeletesiap kawan. Impian dan tindakan adalah wujud nyata kita peduli terhadap lingkungan.
Deletekita emang harus peduli lingkungan, minimal gak buang sampah sembarangan. Buang sampah satu aja, kalo yang banyak sejuta orang berarti ada sejuta sampah.
ReplyDeleteganbatte oni-chan :-D
penduduk indonesia lebih dari sejuta.
Deletejika 1/3 saja dari penduduk indonesia tidak membuang sampah sembarangan, dan 1/3 nya itu mengajak kepada yang lain menjaga lingkungan, in sya Allah lingkungan akan bersih :)
tunjukkan aksi nyata mulai dari diri sendiri.. semangaatt k' :)
ReplyDeletemulai dari sekarang juga :)
Deletepeduli lingkungan, mulai dari diri sendiri.
ReplyDeleteniip link :http://jurnalnya-andre.blogspot.com/2014/03/cfd-anak-alay-dan-spg.html
sukses mas, salam kenal :)
Delete